Skip to main content

Kuliah... kuliah.. kuliah.

Berhubung inspirasi itu datang dikala pagi buta dan waktu menunjukan pukul 02:09 WIB. terlebih lagi bingung tema apa yang mau diangkat akhirnya dapat lah satu tema yang sebenarnya jadi hal yang selalu muter-muter di kepala hehehe. Oyah mau tahun ajaran baru juga kan dan masih ga nyangka kalo saya sudah menghadapi semester dua yang nantinya akan menghadapi tingkatan-tingkatan selanjutnya :) selamat bersaing sehat yang akan menghadapi kerasnya peralihan hidup! SEMANGAT.

Cerita Versi Asry (Biasa dipanggil Srey, Srehee akibat username twitter: @asrehee) 

Selalu sedih kalau orang masih menganggap Bandung itu tujuan kuliah dengan penghidupan yang super mahal dan keras, walaupun kenyataannya emang begitu hahaha -__- sampai orang tua me-mindset anak-anaknya untuk tidak berkuliah di tujuan kota tersebut. Ambilah contoh sewaktu angkatan saya berlomba-lomba mencari kampus idaman mereka untuk masa depan, dari kalangan sosial (IPS) terhitung sepuluh jari yang mau kuliah di Bandung, menurut survey saya hmmm... Rasa penasaran yang super tinggi membelenggu jiwa, saya hasut saja mereka untuk kuliah di Bandung, tapi mereka bersikeras menolak dengan alasan yang paling mainstream setelah "Itu bukan kampus impian ku", yaitu "Mahal banget hidup disitu, Sry.." aaah sedih deh </3 nih nih yang pengen tau penghidupan di kota Lautan Api selama saya menjajaki hidup perkuliahan disini dan buat yang penasaran atau masih mikir-mikir semoga posting ini bermanfaat buat kedepan :)

#1 Kenapa mau kuliah disini?
Ini merupakan pertanyaan yang paling umum kalau dipertanyakan oleh orang tua, keluarga, teman, "Kenapa pilih kota tersebut, kenapa harus kampus itu, kenapa musti ambil jurusan yang itu itu aja." terkadang dua dari sepuluh orang mengatakan secara fakta bahwa mereka memilih karena gambling atau kalau tembus yah alhamdulillah kalau engga juga ga apa-apa. Kasarannya sih "coba-coba".. Hayoo jangan gitu yah.. Kalau seandainya kalian menaruh dua pilihan kampus favorit dan ternyata keduanya terpilih kemudian kalian hanya memilih satu saja kasian doong temen yang lain yang ga tembus karena kursinya sudah keambil kalian duluan dan hangus sia-sia. Curhatan asry yang paling ngenes, karena sudah tau pengumuman snmptn undangan & snmptn tulis ga tembus dua-duanya di pilihan fsrd-itb. Nasib ini ga cuman saya rasakan, sama pula dengan teman perjuangan saya Lyan, tiba-tiba dia sms ngabarin munculnya result berapa persentase yang diterima di itb melalui jalur undangan maupun tulis. Seketika hening miris, tau ga sih dari sekian yang diterima dan mengambil kursi tersebut ada kurang lebih belasan kursi yang ga diambil. Aaaaaa rasanya sakit banget, sampai saya bales sms Lyan "Coba aja kebijakan kampus buat geser yang ga tembus jadi tembus. buat ngisi kursi yg kosong." <-- ekspetasi yang luar biasa ketinggian, emang yakin bisa tetep masuk? :D tapi seiringnya dengan waktu saya akhirnya cepet-cepet move on buat nyusun strategi baru.

Intinya sih, pikirin matang-matang dari sekarang. Matangnya ga perlu ketinggian kayak, "Dengan jurusan ini nanti saya kerja di perusahan tersebut ga yah?" aaaaaah ini sih ga realistis banget, banyak kok fresh graduate yang jurusannya ini tapi kerjanya itu .____. yang paling penting apakah kalian enjoy dengan kampus dan jurusan tersebut. Sayangkan sudah melewati berapa sks tapi kalian kurang "sreg". Passion kalian bukan disitu dan harus ngulang lagi buat dapetin kampus/jurusan yang sesuai minat? You wasting many times darling, think wisely before you choose it. Cause it isn't about only you, it's about your family too. Jadi mubazir buat keuangan orang tua juga nantinya. Sayangkan sama orang tua? Jadi pikirkan lah sedari awal. Jangan terpengaruh dengan invansi-invansi orang! 

#2 Penuhi persiapan dan persyaratan kampus idaman
Syarat awal yang pertama LULUS UNAS pastinya, kemudian kampus mulai membuka lowongan baru untuk siswa/i dengan persyaratan yang panjang banget. Kalau buka laman websitenya bisa bikin deg-degan atau mungkin jadi salah baca <-- pengalaman. Kemudian momen-momen ini lah yang paling capek. Harus belajar extra keras, belum lagi tekanan dari dalam. Banyak-banyak berdoa juga yah untuk dimudahkan segalanya hehehe tapi harus seimbang sama usahanya. Kemudian apabila kampus memberikan persyaratan yang harus dipenuhi, segeralah melunasi persyaratan tersebut. Rajin update laman web kampus, terkadang 2-3 hari atau 7 hari sudah ada pengumuman baru. Kebetulan ada nih adek kelas yang nanya gimana persyaratan masuk ke UNPAD. Selama pengalaman saya sih jangan lupa isi formulir resmi dari pihak UNPAD tidak hanya sekedar formulir dari diknas saja yah! Lalu buat info yang kurang jelas jangan takut buat hubungin call-center dan jangan banyak percaya apa yang guru pembimbing bilang. Karena guru saya yang dulu saya tanya-tanyain ga banyak tau soal UNPAD. Jadi berabe kan kalau sampai salah infoooooo :) Jangan telat ngirim berkas penting, seimbangkan antara urusan unas dan kampus yah. Jangan down juga kalau teman sekelas kalian memiliki pilihan yang sama dengan kalian, apalagi mereka di ranking paling atas setelah kalian. Saingan kalian bukan di kelas melainkan diluar sana! Sama-sama support kan seru tuh berdua tembus dijurusan dan kampus yang sama yeyeyeyeyeye. Percaya ga percaya, rangking ga 100 % menjamin kalian bisa diterima di kampus idaman loh. Percaya dengan kekuatan kalian, tiap orang punya kurang dan lebihnya masing-masing kan?

#3 Siapkan amunisi!
Buat teman-teman yang belum tembus jalur undangan ada beberapa hal yang harus dikerjakan kalau memang bersiteguh dengan impian kalian. Pertama, siapin apa yang harus disiapin dari tiket penerbangan atau tiket apapun yang mengantarkan kalian ke kota tujuan untuk bimbel, tempat bimbel yang sesuai dengan karakteristik jurusan kalian, contoh: kalau mau jurusan seni rupa carilah tempat bimbel yang menyediakan program belajar gambar juga. Kalau ga ada, kalian mau ga mau harus idependent cari kelas diluar program bimbel umum. Ga perlu bawa budget dan keperluan seperti baju dan lainnya yang super banyak. Kan niatnya buat belajar bukan jalan-jalan dan belanja. Takut hal tersebut menggangu kinerja belajar :) Sebelum diterima di kampus impian kalian ga perlu mikirin urusan kost. Carilah penginapan yang murah meriah kayak teman saya Marsa, dia berdua/bertiga menginap semacam di motel dengan kurun waktu sebulan, biayanya bisa dibagi berdua tuh jatuhnya jadi lebih hemat. Free antar ke tempat bimbel lagi, jadi lebih enak. Kalau mau praktis sih ambil paket bimbel yang full sampai penginapan, makan, semuanya terpenuhi dengan biaya yang cukup mahal. Yah sesuaikan dengan kebutuhan. Denger-denger sekarang ga ada sistem penerimaan jalur tulis yah? Semua diambil lewat nilai rapot? Yah saya doain semoga tempat bimbelnya ga bangkrut (?) :p


#4 PENGUMUMAN
Kenapa bagian ini di capslok, karena ini merupakan hari yang paling menegangkan. Apapun yang kalian pilih dan diterima nantinya harus disikapi secara dewasa. Karena, hidup itu bukan sebatas diterima/tidak di kampus idaman. Jadi buat yang diterima selamat yah jangan lupa traktirannya (?) hehehe yang belum diterima jangan berkecil hati, ayo segera kita bangun strategi dengan perjalanan baru. Bangkit kawan, karena perjalanan masih panjaaaaaaang! :) biasanya diluar jalur undangan dan tulis ada jalur-jalur yang lain, contoh: SMUP untuk UNPAD, sistemnya enak ga perlu test lagi. Tinggal banyak berdoa saja karna penilainnya diambil dari hasil snmptn tulis kemarin. Terus jalur ini mengadakan sistem subsidi silang, jadi ada ketentuan pembayaran masing-masing prodi. Jadi eksakta dan non eksakta berbeda jumlah yang diminta.


#5 Ready for the new one!
Ini nih yang ditunggu-tunggu. Selamat datang dikehidupan yang baru dan cukup keras, segalanya jauh dari orang tua. Kita memiliki tujuan yang sama, yaitu "BANGGAIN ORANG TUA". Di dunia yang baru tersebut kalian harus memanagement apa-apa sendiri, dari budget, waktu, sampai pilihan. Di Bandung terutama yang penghidupannya memang mahal, tapi ada sebagian yang murah sih tapi kualitasnya kurang dipercayai jadi harus pinter-pinter ngatur yah. Dari biaya makan juga lumayan, tapi kalau makan di PKL harganya terjangkau kok dengan modal Rp11.000,- (sebelas ribu rupiah) udah bisa dapet soto + teh botol sosro <-- promosi. Tapi yah itu lah karena kurang biasa, saya langsung radang T____T jadi kembali disesuaikan lagi dengan kalian yah. Masalah pilihan, seperti kebutuhan sekaligus godaan itu kalau punya tabungan sendiri apa-apa pengen dibeli, harus dipilih dan dipilah mana yang harus terpenuhi sekarang sama yang tidak. Karena jauh dari orang tua dan kucuran dananya akan cair apabila diawal bulan saja hihihihi. Contoh: refrensi buku kuliah saya di fakultas hukum permatakuliah bisa habis 2-4 buku dikali dengan 6 matkul = PINGSAN, sedangkan saya pengen kamera polaroid yang sudah ditargetkan cukup lama tapi ga jadi dibeli hiksssss.. Be wise intinya! :) Kalau ga mau ngeluarin uang buat beli buku bisa pinjam kok di perpustakaan atau sama senior, tapi waktu peminjamannya itu loh cuman seminggu. Kalu telat kembaliin buku kena denda Rp150,-/hari (seratus lima puluh rupiah) yah keliatannya kecil, tapi kalau ditumpuk jadi bukit sama aja pengeluarannya .__. Masalah waktu nih yang paling repot, selama saya sekolah di Bontang apapun segala cepat dan mudah, dari perjalanan menuju rumah ke sekolah yang memakan 5 menit, pecinta SKS (Sistem Kebut Semalam), kalau nugas guru masih memberikan kompensasi (marahnya sih sekedar ceramah singkat saja hehehe). Kalau kuliah? You better die.. Kalau penerapannya tidak diubah, habis lah sudah. Contoh: rumah saya terbilang jauh dari kampus, perlu sekitar 1 jam (kalo ga macet) untuk ke kampus, belum lagi tugas dari dosen yang ga takar-takar. Minimal 1 folio 4 halaman harus full essay dengan selipan literatur buku wajib. Harus buat kelompok presentasi dan berbicara di depan kemudian harus siap didebat yah :) intinya sih jangan malas baca, nulis, dan bicara. Semua komponen tersebut menunjang untuk tugas akhir/skripsi. Oyah jangan lupa, ikuti organisasi-oraganisasi intern dan ekstern untuk mengasah potensi kalian daripada nganggur di kost, ditambah juga ketemu dengan teman-teman seangakatan & senior yang berbeda pola pikir dan budaya. Contoh: kalau di kelas rata-rata semua datang dari Jakarta, otomatis kalau bicara dengan "gue & lo", be yourself! saya sih pake "aku & kamu" dan terbukti saya jadi role mode teman sepermainan (bangga) :p

Tema sama isinya jadi jauh meleset yah kalau dibaca ulang, tapi ga apa-apa deh yang penting semuanya saling berhubungan *ngeles*. Selama kuliah jangan lupa kabarin orang tua bagaimana keadaan kalian. Ingat tujuan awal kenapa pilih kuliah daripada hambur-hambur uang orang tua dengan konsekuensi kalian akan bertemu dengan rintangan yang lebih sulit dan hal-hal baru yang menyenangkan. Selamat berkuliah untuk calon mahasiswa/i Indonesia! Hihihi...

Comments

Popular posts from this blog

"..This here city
Has fall along with me once
Won't find no angels
Sell a map to the lost
This here place
Is too small for two
It took one to realize
When dreaming's this hard
It's not meant to come true.."

Bontang: Little Piece of Heaven

Liburan ke Kota Gudeg

Hallo apakabar semuanya, kali ini aku menulis di blog lagi (walaupun blog sudah ga begitu ngetrend karena telah digantikan dengan video blog di youtube), mumpung aku ada cerita yang bisa aku share dan aku mau berbagi kisah nih selama aku di Jogja. Pada hari Selasa, 10 Mei 2016 aku berangkat menuju Yogyakarta untuk pertama kalinya sendirian menggunakan alat transportasi Kereta Api. Keberangkatan ku di mulai dari 7:20 wib. Setelah sesampainya aku pun dijemput dan sambil menunggu seorang sahabat yang rela kamar kostannya ku tumpangi tidur, aku dan driver gojek abal-abal langsung cari makan siang yang super telat ***  #Day 1: Setengah hari bareng abang driver gojek abal-abal
Sampai lah di rumah makan Rempah Asia yang lokasinya ga begitu jauh dari stasiun Kereta Api Yogyakarta. Setelah aku lihat list menunya memang banyak makanan yang menyajikan makanan khas Bollywood, dan khas Melayu dari negara jiran. Waktu itu dalam keadaan yang pengen nyicip anget-anget seruputan aku milih menu sop ayam b…