Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2013

Napak tilas 2012

Kebanyakan dari semua yang saya lalui malah menjadi sebuah cobaan yang paling berat di tahun kemarin. Entah Tuhan telah menggariskan saya menjadi seseorang yang jatuh untuk bangkit dan mengalahkan yang lama berdiri.
Sedari mungkin cepat bangkit dari setiap permasalahan yang muncul, tapi tetap bersyukur Tuhan itu pasti menjadi yang terbaik untuk saya jadinya banyak belajar dari setiap pengalaman ini.
Prolog Berawal dari yang baik, semangat dan ambisi yang baru akibat pergantian tahun. Kemudian pencapaiannya setahap lebih tinggi, selain berandai-andai mendapatkan kelulusan dengan NEM yang memuaskan dan bisa jadi civitas academica kampus itu O:) Awal tahun 2012 semua diguncang oleh perbincangan "Kemana kaki ini akan melangkah?" dan lucunya bahan obrolan ringan tapi sedikit berat ini nyaris disalahartikan, seperti "Aku mau nikah saja setelah lulus SMA nanti..." ha ha ha ababil .___. rasanya yakin bahwa kalau kita punya mimpi yang tinggi, pasti mimpi tersebut dapat dira…

Tough girl

Let's made some harmonies between distance!


Let it flows.

Kenangan itu tak terelakan oleh waktu, hanya merubah sudut warna menjadi putih abu-abu. Membayangkan setiap skenarionya, menepis sebuah tanya dan ragu. Mata sayup penuh rindu akan warna cerah ditiap alur manis dan pahit. Seiring dengan waktu yang mengiris umur, setiap insan jiwa yang lelah pasti merekap ulang apa yang telah dilaluinya. Sebuah perjalanan penuh inspirasi. Namun, disuguhkan dengan pilihan-pilihan sulit, tidak benar dan tidak salah, melainkan "diam" atau "jalan". Walaupun, yang dipilih jalan mundur sekalipun. 
Dia, aku sebut sebagai peran utama yang kembali dalam perjalanannya ke kota kecil itu, kembali membuat sebuah kenangan singkat. Dibungkus rapih hingga tak sulit memilih dan memilah kisahnya untuk diangkat. Prologue, ketika menatap sebuah rumah yang hampir kosong. Penuh kardus rokok yang berisikan benda sejarah keluarga. Saksi bisu setiap langkah bahtera rumah tangga ayah bunda. Meringis pedih, namun dia kembali dalam hening beserta tanyanya pada…

E-G-O

Ego itu manis ketika bersinergi memecahkan satu permasalahan,  namun pahit ketika berseru, "Aku yang paling kuat!".