7/30/2013

Geng Riweuh: Edisi Jalan-jalan ke Yogyakarta~

KISAH VERSI ASRY: 

Sebelum keberangkatan.....
Sekitar sebulan sebelum UAS kami: Septo, Dian, Firda, Bernardi, Fandi) buat rencana refreshing days sehabis ujian. Nah semua setuju buat berangkat ke Jogja tanggal 18 Juni 2013, udah siap tiket kereta sama penginapannya. Walaupun banyak kendala dari ada yang mengundurkan diri *ga perlu disebut siapa ha ha ha ha* tapi ga jadi soalnya ga tega sama yang lain bisa batal karena perhitungan tombokan hotelnya jadi beda :9 dan pas H- sekiaaaaan kita riweeeeuh banget di line group, sekedar nanya bawa apa aja kesana, pake koper, tas jinjing, atau ala backpacker, sama bawa baju berapa, dlsb. Terus janjian ngumpul di stasiun jam berapa, sampai Ber (Bernardi) nawarin cowok-cowok buat nginep dirumahnya biar ga perlu taksi buat berangkat kesana *ga penting diceritain* yang jelaaaaaaaas kami semua sepakat buat pake koper dan bawa baju berapa selama di Jogja, lucu kaaaan? :) Pencarian hotel pun bikin hectic, temen kelas yang lain pusing-pusing baca Pengantar Hukum Indonesia buat UAS, kami malah nyari hotel hahahaha.. Alhamdulillahnya temen-temen yang berangkat nilai PHI pada aman semua kok, congrats geeeng ({}). Lalu yah aku cerita sama si doi kalau aku jadi ke kotanya gitu, ngabarin ceritanya... Tiba-tiba percecokan muncul, *skip bagian sini* intinya sih si doi welcoming banget pada akhirnya aku main kesana pas dia ada UAS hihihihi :"* terus ngabarin sohib juga, yah ngabarin orang terdekat disana aja sih biar ga disangka lupa temen (?). Kemudian kabar aku mau main Jogja menyebar luas *lebay* terus Bina (temen sewaktu sekolah dulu) bbm nanya aku jadi ke Jogja apa engga, bla bla bla Bina ikut rombongan kami buat berangkat. Udah H-1 neeeeeh, rasanya dag dig dug first time jalan-jalan bareng temen kampus ke luar kota. Takut ada yang nyulik disana, atau uang ludes di copet, kartu atm hilang, nyasar di Jogja (ini fixed super lebay) tapi kami semua supeeeer excited!! Pada ngucapin selamat tidur, jangan tidur malem-malem, jangan telat, yah intinya yang paling sedih Diva sama Imam ga bisa ikut gabung buat jalan-jalan :"""""")

Nb *Barang yang dibawa saat keberangkatan:
- Pakaian (Atasan, bawahan, daleman amat penting dan disesuain berapa hari liburannya. Usahain bajunya leluasa buat gerak tubuh karena ke Jogja bukan jalan-jalan cantik alias ga naik mobil terus)
- Peralatan mandi + peralatan cantik + first aid (betadine sama hansaplast aja gara-gara males beli hahaha)
- Handuk, kaos kaki, baju hangat
- Yang paling penting bawa oleh-oleh dari Bandung hehehehe
- Sisanya lupa deh apa yang dibawa hmmm

Pas keberangkatan..........
Waktu menunjukan pukul 05.15 wib *kalau ga salah*, Septo sama Fandi heboh di group bbm buat ngabarin mereka sudah di lokasi nunggu yang belum dateng, itu kocak banget berangkat jam 7 padahal hahaha.. Yaudah langsung cabut deh sekitar 20 menit setelahnya :) Pas nyampe ternyata tinggal aku aja, yang lain udah pada dateng. daaaaan aku saltum banget dibanding yang lain, "Sry cantik banget pake dress.." "Sry... sry... sry...." aaaaaaaak malu banget lah ini, yaudah sih ngeles aja kalau perjalanan 8 jam lebih itu ga baik buat cewek pake jeans, is it true? :) selain itu kan mau ketemu doi, harus cantik berseri hahahaha =___=". Tiba-tiba munculah Bina cliiiing, kami lupa kalau Bina ikut gabung. Nyaris aja ditinggal padahal tiket pergi pulang yang megang Ber. UDah deh kita cuuuuus naik kereta lodaya. 
 
(semacam mau mudik, barang Asry: koper yang dipegang Septo, kardus, 2 tas di kursi hijau. Maco kan bawaannya banyak???)

Di kereta pun kita ribetnya bukan main, cuman buat duduk pun pada pindah sana pindah sini. terus selama diperjalanan sih banyak ngobrol sama becandanya. Terus main tebak-tebakan gitu Indonesia Pintar gitu. Selalu geli apa yang diterka tuh jauh hubungannya sama jawabannya. Dibalik itu semua kecuali Dian yang ga ikut serunya obrolan kami karena semaleman dia begadang ngurus lomba moot court kalau ga salah.

(dari atas kebawah, kiri kekanan: Asry, Dian, Fandi, Septo Bina, Bernardi, Firda)


(abaikan muka Asry)


Tapi yang jelas perjalanannya ga kerasa lama karena habis dimakan topik-topik seru sama tebak-tebakan yang ga jelas, walaupun pada akhirnya kami selalu nanya satu sama lain "ini udah sampai mana sih?" "masih lama yah sampai Jogja???" zzzz....

Sampai di kota tujuan...... (The end)

---Tahun lalu nulis dan udah setahun yg lalu jd draft.. banyak pengalaman serunya liburan bareng temen kampus sekalian nengok doi yg kuliah di jogja hehehe. Dan yg paling lucu, aku bisa ketawa geli baca hasil post sendiri, padahal nilai humor diumur aku yg sekarang udah agak berkurang. Yaaaaah semoga bisa kembali seceria sedia kala.

Yeap, asry udah lama ga post apa-apa, sekarang fokus kuliah. Padahal ga punya kegiatan kampus sama lomba. Tapi, mungkin sekarang aku lebih banyak mendengarkan dari pada berkata hehehe. Please welcome me back to this my tiny virtual world. Iam back bcause i have someone who has inspired me today, to write again. Nanti aku post siapakah gerangan :)) caaaaaw!--- btw iam happy to found them, have a great one orang-orang yg setia baca blog aku! <3


3/01/2013

Kuliah... kuliah.. kuliah.

Berhubung inspirasi itu datang dikala pagi buta dan waktu menunjukan pukul 02:09 WIB. terlebih lagi bingung tema apa yang mau diangkat akhirnya dapat lah satu tema yang sebenarnya jadi hal yang selalu muter-muter di kepala hehehe. Oyah mau tahun ajaran baru juga kan dan masih ga nyangka kalo saya sudah menghadapi semester dua yang nantinya akan menghadapi tingkatan-tingkatan selanjutnya :) selamat bersaing sehat yang akan menghadapi kerasnya peralihan hidup! SEMANGAT.

Cerita Versi Asry (Biasa dipanggil Srey, Srehee akibat username twitter: @asrehee) 

Selalu sedih kalau orang masih menganggap Bandung itu tujuan kuliah dengan penghidupan yang super mahal dan keras, walaupun kenyataannya emang begitu hahaha -__- sampai orang tua me-mindset anak-anaknya untuk tidak berkuliah di tujuan kota tersebut. Ambilah contoh sewaktu angkatan saya berlomba-lomba mencari kampus idaman mereka untuk masa depan, dari kalangan sosial (IPS) terhitung sepuluh jari yang mau kuliah di Bandung, menurut survey saya hmmm... Rasa penasaran yang super tinggi membelenggu jiwa, saya hasut saja mereka untuk kuliah di Bandung, tapi mereka bersikeras menolak dengan alasan yang paling mainstream setelah "Itu bukan kampus impian ku", yaitu "Mahal banget hidup disitu, Sry.." aaah sedih deh </3 nih nih yang pengen tau penghidupan di kota Lautan Api selama saya menjajaki hidup perkuliahan disini dan buat yang penasaran atau masih mikir-mikir semoga posting ini bermanfaat buat kedepan :)

#1 Kenapa mau kuliah disini?
Ini merupakan pertanyaan yang paling umum kalau dipertanyakan oleh orang tua, keluarga, teman, "Kenapa pilih kota tersebut, kenapa harus kampus itu, kenapa musti ambil jurusan yang itu itu aja." terkadang dua dari sepuluh orang mengatakan secara fakta bahwa mereka memilih karena gambling atau kalau tembus yah alhamdulillah kalau engga juga ga apa-apa. Kasarannya sih "coba-coba".. Hayoo jangan gitu yah.. Kalau seandainya kalian menaruh dua pilihan kampus favorit dan ternyata keduanya terpilih kemudian kalian hanya memilih satu saja kasian doong temen yang lain yang ga tembus karena kursinya sudah keambil kalian duluan dan hangus sia-sia. Curhatan asry yang paling ngenes, karena sudah tau pengumuman snmptn undangan & snmptn tulis ga tembus dua-duanya di pilihan fsrd-itb. Nasib ini ga cuman saya rasakan, sama pula dengan teman perjuangan saya Lyan, tiba-tiba dia sms ngabarin munculnya result berapa persentase yang diterima di itb melalui jalur undangan maupun tulis. Seketika hening miris, tau ga sih dari sekian yang diterima dan mengambil kursi tersebut ada kurang lebih belasan kursi yang ga diambil. Aaaaaa rasanya sakit banget, sampai saya bales sms Lyan "Coba aja kebijakan kampus buat geser yang ga tembus jadi tembus. buat ngisi kursi yg kosong." <-- ekspetasi yang luar biasa ketinggian, emang yakin bisa tetep masuk? :D tapi seiringnya dengan waktu saya akhirnya cepet-cepet move on buat nyusun strategi baru.

Intinya sih, pikirin matang-matang dari sekarang. Matangnya ga perlu ketinggian kayak, "Dengan jurusan ini nanti saya kerja di perusahan tersebut ga yah?" aaaaaah ini sih ga realistis banget, banyak kok fresh graduate yang jurusannya ini tapi kerjanya itu .____. yang paling penting apakah kalian enjoy dengan kampus dan jurusan tersebut. Sayangkan sudah melewati berapa sks tapi kalian kurang "sreg". Passion kalian bukan disitu dan harus ngulang lagi buat dapetin kampus/jurusan yang sesuai minat? You wasting many times darling, think wisely before you choose it. Cause it isn't about only you, it's about your family too. Jadi mubazir buat keuangan orang tua juga nantinya. Sayangkan sama orang tua? Jadi pikirkan lah sedari awal. Jangan terpengaruh dengan invansi-invansi orang! 

#2 Penuhi persiapan dan persyaratan kampus idaman
Syarat awal yang pertama LULUS UNAS pastinya, kemudian kampus mulai membuka lowongan baru untuk siswa/i dengan persyaratan yang panjang banget. Kalau buka laman websitenya bisa bikin deg-degan atau mungkin jadi salah baca <-- pengalaman. Kemudian momen-momen ini lah yang paling capek. Harus belajar extra keras, belum lagi tekanan dari dalam. Banyak-banyak berdoa juga yah untuk dimudahkan segalanya hehehe tapi harus seimbang sama usahanya. Kemudian apabila kampus memberikan persyaratan yang harus dipenuhi, segeralah melunasi persyaratan tersebut. Rajin update laman web kampus, terkadang 2-3 hari atau 7 hari sudah ada pengumuman baru. Kebetulan ada nih adek kelas yang nanya gimana persyaratan masuk ke UNPAD. Selama pengalaman saya sih jangan lupa isi formulir resmi dari pihak UNPAD tidak hanya sekedar formulir dari diknas saja yah! Lalu buat info yang kurang jelas jangan takut buat hubungin call-center dan jangan banyak percaya apa yang guru pembimbing bilang. Karena guru saya yang dulu saya tanya-tanyain ga banyak tau soal UNPAD. Jadi berabe kan kalau sampai salah infoooooo :) Jangan telat ngirim berkas penting, seimbangkan antara urusan unas dan kampus yah. Jangan down juga kalau teman sekelas kalian memiliki pilihan yang sama dengan kalian, apalagi mereka di ranking paling atas setelah kalian. Saingan kalian bukan di kelas melainkan diluar sana! Sama-sama support kan seru tuh berdua tembus dijurusan dan kampus yang sama yeyeyeyeyeye. Percaya ga percaya, rangking ga 100 % menjamin kalian bisa diterima di kampus idaman loh. Percaya dengan kekuatan kalian, tiap orang punya kurang dan lebihnya masing-masing kan?

#3 Siapkan amunisi!
Buat teman-teman yang belum tembus jalur undangan ada beberapa hal yang harus dikerjakan kalau memang bersiteguh dengan impian kalian. Pertama, siapin apa yang harus disiapin dari tiket penerbangan atau tiket apapun yang mengantarkan kalian ke kota tujuan untuk bimbel, tempat bimbel yang sesuai dengan karakteristik jurusan kalian, contoh: kalau mau jurusan seni rupa carilah tempat bimbel yang menyediakan program belajar gambar juga. Kalau ga ada, kalian mau ga mau harus idependent cari kelas diluar program bimbel umum. Ga perlu bawa budget dan keperluan seperti baju dan lainnya yang super banyak. Kan niatnya buat belajar bukan jalan-jalan dan belanja. Takut hal tersebut menggangu kinerja belajar :) Sebelum diterima di kampus impian kalian ga perlu mikirin urusan kost. Carilah penginapan yang murah meriah kayak teman saya Marsa, dia berdua/bertiga menginap semacam di motel dengan kurun waktu sebulan, biayanya bisa dibagi berdua tuh jatuhnya jadi lebih hemat. Free antar ke tempat bimbel lagi, jadi lebih enak. Kalau mau praktis sih ambil paket bimbel yang full sampai penginapan, makan, semuanya terpenuhi dengan biaya yang cukup mahal. Yah sesuaikan dengan kebutuhan. Denger-denger sekarang ga ada sistem penerimaan jalur tulis yah? Semua diambil lewat nilai rapot? Yah saya doain semoga tempat bimbelnya ga bangkrut (?) :p


#4 PENGUMUMAN
Kenapa bagian ini di capslok, karena ini merupakan hari yang paling menegangkan. Apapun yang kalian pilih dan diterima nantinya harus disikapi secara dewasa. Karena, hidup itu bukan sebatas diterima/tidak di kampus idaman. Jadi buat yang diterima selamat yah jangan lupa traktirannya (?) hehehe yang belum diterima jangan berkecil hati, ayo segera kita bangun strategi dengan perjalanan baru. Bangkit kawan, karena perjalanan masih panjaaaaaaang! :) biasanya diluar jalur undangan dan tulis ada jalur-jalur yang lain, contoh: SMUP untuk UNPAD, sistemnya enak ga perlu test lagi. Tinggal banyak berdoa saja karna penilainnya diambil dari hasil snmptn tulis kemarin. Terus jalur ini mengadakan sistem subsidi silang, jadi ada ketentuan pembayaran masing-masing prodi. Jadi eksakta dan non eksakta berbeda jumlah yang diminta.


#5 Ready for the new one!
Ini nih yang ditunggu-tunggu. Selamat datang dikehidupan yang baru dan cukup keras, segalanya jauh dari orang tua. Kita memiliki tujuan yang sama, yaitu "BANGGAIN ORANG TUA". Di dunia yang baru tersebut kalian harus memanagement apa-apa sendiri, dari budget, waktu, sampai pilihan. Di Bandung terutama yang penghidupannya memang mahal, tapi ada sebagian yang murah sih tapi kualitasnya kurang dipercayai jadi harus pinter-pinter ngatur yah. Dari biaya makan juga lumayan, tapi kalau makan di PKL harganya terjangkau kok dengan modal Rp11.000,- (sebelas ribu rupiah) udah bisa dapet soto + teh botol sosro <-- promosi. Tapi yah itu lah karena kurang biasa, saya langsung radang T____T jadi kembali disesuaikan lagi dengan kalian yah. Masalah pilihan, seperti kebutuhan sekaligus godaan itu kalau punya tabungan sendiri apa-apa pengen dibeli, harus dipilih dan dipilah mana yang harus terpenuhi sekarang sama yang tidak. Karena jauh dari orang tua dan kucuran dananya akan cair apabila diawal bulan saja hihihihi. Contoh: refrensi buku kuliah saya di fakultas hukum permatakuliah bisa habis 2-4 buku dikali dengan 6 matkul = PINGSAN, sedangkan saya pengen kamera polaroid yang sudah ditargetkan cukup lama tapi ga jadi dibeli hiksssss.. Be wise intinya! :) Kalau ga mau ngeluarin uang buat beli buku bisa pinjam kok di perpustakaan atau sama senior, tapi waktu peminjamannya itu loh cuman seminggu. Kalu telat kembaliin buku kena denda Rp150,-/hari (seratus lima puluh rupiah) yah keliatannya kecil, tapi kalau ditumpuk jadi bukit sama aja pengeluarannya .__. Masalah waktu nih yang paling repot, selama saya sekolah di Bontang apapun segala cepat dan mudah, dari perjalanan menuju rumah ke sekolah yang memakan 5 menit, pecinta SKS (Sistem Kebut Semalam), kalau nugas guru masih memberikan kompensasi (marahnya sih sekedar ceramah singkat saja hehehe). Kalau kuliah? You better die.. Kalau penerapannya tidak diubah, habis lah sudah. Contoh: rumah saya terbilang jauh dari kampus, perlu sekitar 1 jam (kalo ga macet) untuk ke kampus, belum lagi tugas dari dosen yang ga takar-takar. Minimal 1 folio 4 halaman harus full essay dengan selipan literatur buku wajib. Harus buat kelompok presentasi dan berbicara di depan kemudian harus siap didebat yah :) intinya sih jangan malas baca, nulis, dan bicara. Semua komponen tersebut menunjang untuk tugas akhir/skripsi. Oyah jangan lupa, ikuti organisasi-oraganisasi intern dan ekstern untuk mengasah potensi kalian daripada nganggur di kost, ditambah juga ketemu dengan teman-teman seangakatan & senior yang berbeda pola pikir dan budaya. Contoh: kalau di kelas rata-rata semua datang dari Jakarta, otomatis kalau bicara dengan "gue & lo", be yourself! saya sih pake "aku & kamu" dan terbukti saya jadi role mode teman sepermainan (bangga) :p

Tema sama isinya jadi jauh meleset yah kalau dibaca ulang, tapi ga apa-apa deh yang penting semuanya saling berhubungan *ngeles*. Selama kuliah jangan lupa kabarin orang tua bagaimana keadaan kalian. Ingat tujuan awal kenapa pilih kuliah daripada hambur-hambur uang orang tua dengan konsekuensi kalian akan bertemu dengan rintangan yang lebih sulit dan hal-hal baru yang menyenangkan. Selamat berkuliah untuk calon mahasiswa/i Indonesia! Hihihi...

2/17/2013

Napak tilas 2012

Kebanyakan dari semua yang saya lalui malah menjadi sebuah cobaan yang paling berat di tahun kemarin. Entah Tuhan telah menggariskan saya menjadi seseorang yang jatuh untuk bangkit dan mengalahkan yang lama berdiri.

Sedari mungkin cepat bangkit dari setiap permasalahan yang muncul, tapi tetap bersyukur Tuhan itu pasti menjadi yang terbaik untuk saya jadinya banyak belajar dari setiap pengalaman ini.

Prolog
Berawal dari yang baik, semangat dan ambisi yang baru akibat pergantian tahun. Kemudian pencapaiannya setahap lebih tinggi, selain berandai-andai mendapatkan kelulusan dengan NEM yang memuaskan dan bisa jadi civitas academica kampus itu O:) Awal tahun 2012 semua diguncang oleh perbincangan "Kemana kaki ini akan melangkah?" dan lucunya bahan obrolan ringan tapi sedikit berat ini nyaris disalahartikan, seperti "Aku mau nikah saja setelah lulus SMA nanti..." ha ha ha ababil .___. rasanya yakin bahwa kalau kita punya mimpi yang tinggi, pasti mimpi tersebut dapat diraih, karena selama yang ada di bumi semua itu tidak terbatas oleh apapun. Jadi tak perlu ragu, walaupun orang lain meragukan. Saya bukan seorang yang paling spesial di kelas, apalagi perfeksionis, kesannya semua target harus tercapai, seakan kalau gagal sekali dunia serasa menghukum mati saya. Well, selalu bersyukur dilahirkan diantara dua orang tua hebat yang telah melahirkan saya layaknya seperti ini. Sebagaimanapun dirimu adalah sang juara kalau Tuhan berkata lain, saya akan melebihi apa yang kamu capai (Bila Allah berkehendak serta menghendakinya, dan apabila Dia telah menetapkan sesuatu maka Allah berfirman kepadanya: "Jadilah", maka jadilah dia). Prosesnya saya nikmati, dari yang namanya stres berat, main ga takar waktu, dan mendadak super alim (solat 7 waktu he he he). Aaah bayangkan saja tahun 2012 merupakan hal yang paling berat, karena ini mempertaruhkan nama baik keluarga, sekolah, dan diri sendiri. Kemudian guncangan itu dimulai...

Klimaks
Alhamdulillah saya masuk jalur undangan pada saat itu, tapi tidak berharap banyak pada selembar kertas putih itu apalagi menaruh hati padanya. Saya ragu untuk mendapatkan tiket emas (sebutan teman-teman kelas untuk jalur undangan) sebelumnya. Tapi pada saat itu nama saya disebut oleh guru kesayangan saya, hah serius? cukup pantas kah saya mendapatkan itu dibanding teman-teman saya yang kurang beruntung? bayangkan saja ketika wali dosen datang ke setiap kelas membagikan pengumuman dan selembaran kertas itu, sedangkan teman-teman kelas lain yang tidak mendapati kesempatan tersebut sedih dan jatuh psikisnya. Kalau yang tidak punya hati mungkin santai saja menjawab, "Karena ga mau berusaha sih makaya ga dapet.." bukan ga mau, tapi kurang mungkin. Itu hal yang paling menakutkan menurut saya, karena main hakim sendiri itu pasti ada, karena kekeluargaan angkatan kami cukup erat. Jadi tau lah siapa yang bermain bersih dan tidaknya atau mungkin ada sumpah serapah yang terucap? Apakah saya salah satunya yang terkena sumpah tersebut sampai akhir penentuan pengumuman saya tidak tembus pada mimpi lama yang telah saya dambakan sebelumnya? Kali ini biar Tuhan yang menjawab. 

Perlukah menangis? perlu, tangisan melunturkan segala emosi dan meluruskan fokus karena membuat mata menjadi lelah dan akhirnya ngantuk. Agama pun mengajarkan bahwa apabila kita dalam tekanan emosi yang tidak baik sesegeralah ambil air wudhu dan solat, kalau cara ini masih tidak bisa (bukan kita seorang kafir yah) segeralah tidur, karena Tuhan itu terlalu baik memberikan cara yang ampuh untuk lari dari realita dengan cara ini walaupun tidur tidak menyelesaikan apa-apa, apalagi menangis terisak-isak setidaknya dapat meredakan lah. Maka selesaikan permasalahan ini dengan cara, cepat bangkit. karena kesuksesan merupakan kegagalan yang tertunda hahahaha khas banget.

Berjuanglah selagi saya mampu, karena mimpi itu harus segera direalisasi. Kayak suatu hubungan kalau ga cepet-cepet di patenin entar keburu ada yang ngambil #nooffense :p Ingat, teman-teman terdekat saya sudah naik setahap atas targetnya dan saya belum. Namun, kembali lagi bersyukur saya memiliki orang tua yang sangat tegar dan sahabat yang sangat baik yang selalu medukung saya dimanapun dan kapanpun :"""") maka, kembali lah saya pada pertarungan yang lebih besar. Melawan beratus-ratus, mungkin beribu-ribu pelajar yang mau mendapati kampus tersebut. 

Seberapa banyak waktu yang saya lalui untuk belajar keras? Tak terhitung, sampai saya tanya dimanakah les gambar yang bagus, ikut bimbel full day (di kasih libur hari minggu, walaupun hari minggu dipakai untuk TO gambar) saya tidak mengatakan ini lelah, justru seru! Bayangkan saja saya harus berangkat pagi-pagi paling tidak jam 9 untuk les gambar, kelar jam 2 dan langsung cabut mengejar waktu untuk bimbel jam 3 yang jarak tempuhnya 15 KM lebih itu pun kalau ga macet dan baru sampai rumah pada pukul setengah 8 malam (O___O) Oyah sebelumnya destinasi kuliah saya itu di Bandung, selain kampus impian letaknya disitu, orang tua lahir dan besar di Bandung jadi pulang kampung deh :) Itu terjadi setiap harinya, sampai saya sakit tapi tetep ditabrak aja sama jadwalnya, sampai saya kena sindrom mager jadinya saya bolos (ini jangan diikutin) tapi lebih besar sih rajin dateng, soalnya bayar hahahaha. Temen-temen disana pun juga geleng-geleng tak kepayang dengar kisah saya, tapi bagi sebagian mereka sudah biasa akan hal ini, malah jadi makanan sehari-hari. Tidak lupa senang-senang, alias jalan-jalan setelah itu foto bersama di Jonas, cekidot!



"Draft yg bikin semangat kalau udh males sama tugas, uts, uas hahahaha"


2/12/2013

Tough girl


Let's made some harmonies between distance!



2/10/2013

Let it flows.


Kenangan itu tak terelakan oleh waktu, hanya merubah sudut warna menjadi putih abu-abu. Membayangkan setiap skenarionya, menepis sebuah tanya dan ragu. Mata sayup penuh rindu akan warna cerah ditiap alur manis dan pahit. Seiring dengan waktu yang mengiris umur, setiap insan jiwa yang lelah pasti merekap ulang apa yang telah dilaluinya. Sebuah perjalanan penuh inspirasi. Namun, disuguhkan dengan pilihan-pilihan sulit, tidak benar dan tidak salah, melainkan "diam" atau "jalan". Walaupun, yang dipilih jalan mundur sekalipun. 

Dia, aku sebut sebagai peran utama yang kembali dalam perjalanannya ke kota kecil itu, kembali membuat sebuah kenangan singkat. Dibungkus rapih hingga tak sulit memilih dan memilah kisahnya untuk diangkat. Prologue, ketika menatap sebuah rumah yang hampir kosong. Penuh kardus rokok yang berisikan benda sejarah keluarga. Saksi bisu setiap langkah bahtera rumah tangga ayah bunda. Meringis pedih, namun dia kembali dalam hening beserta tanyanya pada Tuhan. Walaupun hati kecilnya telah menjawab, "ini takdir".

Senyum kulum menghiasi wajahnya, ketika mulai mengupas memori hangat dengan secangkir teh pahit. Selain merupakan minuman favorit bunda, tanpa gula manisnya sudah terasa ketika memutar waktu berlawanan arah jarum jam. Salah satu jarumnya berhenti diangka itu, angka dimana mereka selalu bersanding dalam tawa bahagia. Terkadang hal yang ditertawakan menjadi sebuah perih yang mengalir melalui dua bola mata. Namun ada satu peran yang memegang andil besar. Bukan peran pengganti, bukan pula peran tambahan. Peran seseorang yang meredam ego dia, senyumpun kembali mekar dan tawa kembali muncul. Seakan dunia hanya milik mereka berdua.

Berpetualang bersama sahabat lama, mengukir nama di sisi jiwa agar tak mudah lupa untuk saling bertegur sapa dilain waktu. Bercerita perjalanannya masing-masing, bercengkraman dengan matahari. Panas kala itu terasa dingin, dinginnya terasa hangat atas apa yang mereka buat. Apa itu? Dia sebut persahabatan dengan cinta.

Tak hentinya dia bersyukur atas setiap waktu yang Tuhan sisihkan untuk nya dan dipakai untuk membuat sebuah cerita yang nantinya akan dilanjutkan atau sekedar dikenang. Mereka sebenarnya tidak menjanjikan apa-apa, hanya membuat saja. Menikmati apa yang digariskan. Sedikit bumbu agar meriah rasanya. Banyak hal baru, hanya saja mereka tak dapat membaginya setiap saat.

Angin membawa hatinya terbang melewati awan putih tatkala daun-daun ikut berguguran, aroma segar tak pekat mewangi menempelkan baunya disekujur baju mereka. Berjalan perlahan menikmati alunan bunyi gesekan tangkai pohon satu dengan tangkai lainnya. Burung berkicau berlomba memadu nada hingga dia nyaris tak menyukainya. Hari itu baginya hari yang paling indah seantero dunia. Karena mata adalah jendela hati, tanpa perlu banyak kata mereka pada akhirnya saling menyayangi untuk saling menjaga satu sama lain.

Tak terasa putaran bumi yang berotasi mengubah pagi menjadi malam berganti lebih cepat. Begitu pun sebaliknya, seperti mereka yang bertemu namun harus dipisahkan kembali oleh realita. Hati kecil dia meraung-raung pedih kala mengingat setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Seseorang yang selalu menghiasi harinya tersenyum sambil melambaikan tangan yang berat itu. Sebelum kepergiannya, dia mencoba melayang diantara percakapan-percakapan hidup. Umur dan pengalaman lah yang membuat kebijaksana dalam berfikir kedepan, karena bukan kesenangan yang mereka cari melainkan sebuah rahasia yang mereka janjikan. Janji pertama dan terakhir, insyallah mereka menghijab perkataannya.

Kemudian dia tersadar, itu hanya sebagian dari memori yang memenuhi relung hatinya. Mengapa tidak dia taruh saja di otaknya untuk menampung ini semua, maka dia menghela nafas dan menjawab, "Kenangan ini jangan sampai dicampuri oleh logika manusia, karena mereka yang tidak bertanya akan tersesat dijalan dan mereka yang banyak bertanya berarti tidak berfikir.", dia mengakhiri perkataan tersebut dengan menutup posting ini :)


2/01/2013

E-G-O




Ego itu manis ketika bersinergi memecahkan satu permasalahan,  namun pahit ketika berseru, "Aku yang paling kuat!".

1/22/2013

Bontang: Little Piece of Heaven



"It’s a four letter word
a place you go to heal your hurt
It’s an alter, it’s a shelter
One place you’re always welcome
a pink flamingo, double wide
One bedroom in a high rise
a mansion on a hill
Where the memories always will
keep you company
whenever you’re alone
after all of my running
I’m finally coming
H-O-M-E." 
#Gwyneth Paltrow, Coming Home

Marina's Beach


Hidup itu: menginjak batu pantai dengan ombak yang tenang. Semakin ke tengah makin keras pukulan ombaknya, namun makin sedikit batu pantainya yang artinya Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan umat-Nya. Tinggal hasil akhir yang menentukan, apakah akan terombang-ambing tanpa arah di tengah lautan atau tetap mengambang dengan tujuan, menuju daratan baru. (P.S: Ini bener-bener sakit sewaktu diinjak, that was stories like my life. Hurt me bad. Tapi jadi pandai untuk melangkah :)"

1/12/2013

Geng Riweuh: Group Bbm

Rabu 09 Januari 2013, tepat pada pukul 09.20 waktu mengerjakan UAS agama berakhir, dan libur pun menanti. Rencana mau refreshing bareng temen main setelah UAS akhirnya terealisasi. Sudah jauh-jauh hari buat rencana main seharian, sebelum semua balik ke tanah kelahiran masing-masing O:) well, first of all kami (Dian, Diva, Firda, Septo, Imam, Bernardi) berkelana menuju pertengahan Subang (atasnya Lembang) semobil rame-rame. Kebayar sama pemandangan yang elok, kanan kiri kebun teh gitu. Entah kenapa Imam muter lagu di film My Heart (lupa judul tepatnya) ceritanya sih biar mirip di scene filmnya gitu -_____- much fun, sampai ada yang terbully dan membully. Demi jalan-jalan jauh ada aja yang minum tolak angin biar ga mabok, kocak! .__. nah berhubung yang di mobil avanza itu rombongan saya, masih ada rombongan lainnya jadi berkisar 13 orang yang ikut perjalanan ini. Berhentilah buat ngisi perut di siang bolong di RM Sari Mawar. Kabutnya coy! bayangin doong anak-anak pada ga bawa jaket, tiris pisan (ga banget sih sebenarnya) dan segeralah cus karena bingung mau apalagi yang harus diperbuat disana.

 @ pertengahan Subang, kalau mau main ke Bandung jangan lupa mampir sini yah!

Lanjut jalan kami berpisah dengan rombongan yang lain, makasih yah atas waktunya! :) Pak Septo mengusulkan untuk nonton bareng, habis nonton langsung karaokean di Nav alasannya untuk merajut "KEBERSAMAAN". Kalau Imam ngusulinnya ke Kawah Putih, tapi hal ini ditolak oleh Pak Septo dengan keadaan gunung yang sedang dalam status single, eh engga maksudnya status siaga (kalau ga salah). Selama perjalanan balik ke kampus untuk ngambil kendaraan masing-masing kami ngobrol dari masalah kuliah, hukum, sampe kasus infotainment. Entah kenapa hampir semua orang di mobil ini adalah orang-orang kepoers yang kerjaannya seakan cuman nonton gosip. Up to date pisaaaaaan! tapi tetep bahagia punya kalian-kalian yang bertampang garang, jago bersilat lidah, pandai menimba ilmu, tapi ga pernah ketinggalan info-info hot selebritis di tanah air huuft. Slow driving gitu, kita foto-foto pakai iPad dan seperti biasa ada aja yang terbully gara-gara ga kena shoot







Photo session: bertarung memperebutkan pose terbaik.

Setelah sesampainya di kampus, kami langsung cuss ke Ciwalk buat nonton film yang ga tau film apa yang harus ditonton .__. saat di perjalanan Diva pake acara mogok ga mau ikutan nonton, mau pulang lagi, kemudian semboyan ini kembali diserukan oleh Pak Septo "KEBERSAMAANYA COI!" sip semboyan tersebut memiliki pengaruh yang cukup signifikan, semua kembali bersatu untuk menjajaki tanah Ciwalk tanpa ragu-ragu. Selanjutnya pilihan film jatuh pada film Jack Reacher. Saya pikir film ini tergolong film bule alay (emang cuman kita-kita aja yang alay, ya ga?) berhubung pas diliat pemeran utamanya adalah om ganteng Tom Cruise, sesegeralah mungkin saya menarik perkataan alay tersebut. Jujur aja sih pas nonton udah kriyep kriyep pengen tidur, serius bukan filmnya yang to be bored. Film yang membuka penalaran manusia untuk menyingkap permasalahan yang pelik itu jadi kesannya keren banget buat ditonton. Kalau ada genre romantic comedy, ini bisa dibilang action comedy. Kocak abis deh, tapi tidak menghilangkan esensi maksud dari film tersebut. Kalah-kalah deh 5cm sama Habiebie&Ainun yang booming badai cetar membahana (kayak yang pernah nonton aja). Pada detik-detik keheningan film alias mau selesai, kembali di heboohkan dengan keluarnya nilai UAS mata kuliah sosiologi. Di bioskop loh, masih diputer loh filmnya. Ga pas banget sama situasinya. Setelah film selesai, kami langsung menuju tempat karaoke. Seharian disengajain untuk hedon, tapi pada hari itu Pak Septo memberikan langkah bijak yaitu teraktir kami karaoke 2 jam! Makasih banyak Pak! Sujud syukur dulu jarang-jarang ada yang neraktir (lebay). Suka duka atas mengetahui nilai yang keluar menjadikan kami yang galau-galau dan yang bersyukur ikut serta menumpahkannya dalam setiap tembang lagu. Saya ga berpikir apa-apa sih tau Dian, Firda, dan Pak Septo tiba-tiba pergi. Yaudahlah jatah awal mereka saya embat aja (maruk ketauan). Ngambil urutan kedua langsung bawain lagu Ingatlah - Monita dan Fix You - Coldplay. Lagu pertama saya bawakan untuk seseorang yang mungkin tidak dapat mendengar secara langsung, akan tetapi dihubungkan oleh koneksi batin walaupun samar-samar dan mungkin tidak sampai pada tujuan (apasih). Pokoknya pas dibait terakhir 3 orang yang main ngeluyur pergi itu membawa kejutan besar tak terduga. Happy birthday Asry, happy birthday Asry,... Tiup lilinnya.., aaah ga nyangka mereka buat kejutan untuk kedua kalinya setelah video yang diunggah di facebook yang super kocak itu. Mereka bawain rainbow cake yang jujur saya ga suka itu kue karena rasanya yang absurd dihiasi lima lilin yang susah banget padamnya sampe dibantuin niup sama temen-temen (ini sial banget) dan kado jumbo yang isinya WOW bangeeeeeeet, aaaaah suka banget sama kadonya! Love them moreeeeeee~ sebelum tiup lilin yang jelas ada sesi make a wish dulu, "Make a wish: semoga kita semua dapet IPK diatas 3.." dan kemudian doa ini dihijabah bersama secera serempak dengan suara menggelegar, "AMIIIIN...!" setelah tiup lilin Asry mempersembahkan lagu Fix You - Coldplay yang pas banget gitu sama moment-nya, cieee...








photo session: bucket full of suprised! thanks bro-sist.

Totalitas dibutuhkan dalam setiap pergerakan, begitu pula dengan karaokean. Semua mengeluarkan kemampuannya masing-masing, dari yang kesehariannya cuek diem kalem menghanyutkan pas dikasih lagu dangdut goyangannya poll-pollan. Ada yang keliatannya ga bisa nyanyi, ternyata bisa dan diakui oleh teman karaokenya (termasuk saya). Ada juga cewek yang tampangnya garang, udah ngalahin preman terusan Dipatiukur ternyata bisa bawain lagu Girlband Korea dengan suaranya yang unyu dan lembut. Pas banget jadi To be The Next Girls Generation! Waaaah... pokoknya benar-benar penyaluran emosi yang cukup baik setelah pengumuman hasil UAS mata kuliah ITU iya ITU. Sampai pada suatu ketika saya ngebet banget buat nyanyi, dari yang duet bareng sama Imam bawain Bunga Citra Lestari ft. Ari Lasso - Kau dan Aku, A Thousand Miles - Boyce Avanue, A Thousand Years - Christiana Perri, dsb kemudian salah satu teman saya bilang "Asry nyanyi terusss..." lalu ditimpali oleh teman yang lain "Udah biarin aja dia kan habis ulang tahun.." hahaha sial banget, btw maaf yah kalau semena-mena gitu. Hati ini terlanjur sakit kawan </3 :""(((( semua udah pada K.O dan cuman saya yang bertahan hingga titik darah penghabisan ketika nyanyi dengan nada tinggi dan sudah ga nyampe tetep aja dipaksain. Berakhirlah radang dan sampai sekarang sakitnya masih kerasa hu hu hu, Ya Allah maafkan hamba mu yang khilaf ini :(

Akhirnya waktu karaokean selesai, berhubung saya berhutang atas kebaikan mereka selama ini jadilah dinner maut sebelum pulang. Priceless moment banget sebelum cabut ke Bontang nih. Makasih banyak sudah mengukir kenangan di sisi jiwa. Semoga mendapatkan hasil UAS yang sesuai yah. Never give up, b'cause You Never Walk Alone (pake semboyan group sepak bola yang aku lupa namanya apa ha ha ha ha). Sampai jumpa di semester 2! Makasih juga kadonya