Skip to main content
 

"Saijah remuk, dan dia kan sadar, yang tak diam dengannya hanya waktu" (Saijah, diambil dari judul karangan Max Havelar - Saijah dan Adinda)

Dengan langkah yang gagah berani seperti langkah orang yang besar cita-citanya , Saijah masuk ke rumah Adinda , dan kepada Adinda ia menceritakan rencananya.

-"Bayangkan , " katanya , "Jika aku kembali , kita sudah cukup umur untuk kawin , dan kita akan memiliki dua ekor kerbau ! "
-"Baik sekali , Saijah . Aku ingin kawin dengan kau jika kau telah kembali . Aku akan memintal , dan menenun sarung dan selendang , dan aku akan membatik , dan bekerja rajin sekali selama itu . "
-" O , aku percaya Adinda , tapi ... bagaimana jika aku kembali dan kau telah kawin ? "
-" Saijah , kau tahu bahwa aku tidak akan kawin dengan orang lain ; ayahku telah berjanji dengan ayahmu mengenai diriku . Dan kau sendiri . ? "
-" Aku akan kawin dengan kau , percayalah , bila aku pulang , aku akan berseru dari jauh . "
-" Siapa akan mendengarmu jika kami sedang menumbuk padi di desa ? "
-" Benar juga , ... tapi Adinda , ... O ya , aku mendapat pikiran yang lebih baik , ... tunggulah aku di hutan jati , di bawah ketapang di mana kau memberiku kembang melati . "
-" Tapi , Saijah , bagaimana aku tahu bila aku harus pergi menunggumu di bawah ketapang ? "
Saijah berfikir sejenak , lalu berkata :
-" Hitunglah jumlah bulan , aku akan pergi tiga kali dua belas bulan , ... bulan ini tidak terhitung ; ... lihat , Adinda , buatlah garis pada lesungmu pada tiap bulan baru . Sesudah cukup tiga kali dua belas garis , sehari sesudah itu aku akan datang dibawah ketapang ; ... berjanjilah bahwa kau akan menungguku disana . "


Saijah dan Adinda , 279-280 , XVII , Max Havelaar -
Multatuli , 1972 


Memaknai suatu lagu tidak perlu selusin kalimat tak arti, lebih indah secuil kata beribu makna :)

Comments

Popular posts from this blog

"..This here city
Has fall along with me once
Won't find no angels
Sell a map to the lost
This here place
Is too small for two
It took one to realize
When dreaming's this hard
It's not meant to come true.."

Bontang: Little Piece of Heaven

Liburan ke Kota Gudeg

Hallo apakabar semuanya, kali ini aku menulis di blog lagi (walaupun blog sudah ga begitu ngetrend karena telah digantikan dengan video blog di youtube), mumpung aku ada cerita yang bisa aku share dan aku mau berbagi kisah nih selama aku di Jogja. Pada hari Selasa, 10 Mei 2016 aku berangkat menuju Yogyakarta untuk pertama kalinya sendirian menggunakan alat transportasi Kereta Api. Keberangkatan ku di mulai dari 7:20 wib. Setelah sesampainya aku pun dijemput dan sambil menunggu seorang sahabat yang rela kamar kostannya ku tumpangi tidur, aku dan driver gojek abal-abal langsung cari makan siang yang super telat ***  #Day 1: Setengah hari bareng abang driver gojek abal-abal
Sampai lah di rumah makan Rempah Asia yang lokasinya ga begitu jauh dari stasiun Kereta Api Yogyakarta. Setelah aku lihat list menunya memang banyak makanan yang menyajikan makanan khas Bollywood, dan khas Melayu dari negara jiran. Waktu itu dalam keadaan yang pengen nyicip anget-anget seruputan aku milih menu sop ayam b…